PLESTERAN


Pengertian
Plesteran adalah membalut atau melapisi baik itu lantai atau dinding tembok dengan adukan(spesi). Spesi(adukan) adalah campuran antara PC(Portlan Cement) ditambah pasir + air.
Macam-macam semen yaitu :
– Semen yang berwarana putih dinamakan nut
– Semen yang berwarna hijau/abu-abu untuk adukan, plesteran
– Semen yang berwarna merah biasanya untuk bagian atas paving block
Pekerjaan plesteran dilakukan untuk mendapatkan pertambahan kekuatan baik lantai atau dinding, selain itu untuk kerapihan dan keindahan. Secara garis besarnya plesteran dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
Plesteran kasar, yaitu untuk jenis pekerjaan pondasiyang nantinya diurug, plesteran kasar juga disebut beraben(perbandingan 1pc : 8ps)
Plesteran setengah halus, yaitu untuk pekerjaan kamar mandi, lantai, lapangan olahraga, dsb.
Plesteran halus, pekerjaan ini umumnya digunakan sebagai plesteran dinding atau lantai
Menurut fungsinya plesteran dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
Plesteran kedap air yaitu untuk pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan langsung dengan air. Contoh : dinding kamar mandi, plesteran dinding dan lantai kolam, saluran air, dsb.(perb. 1pc : 3ps)
Plesteran non kedap air/plesteran biasa yaitu pekerjaan plesteran yang tidak berhubungan langsung dengan air, contoh : plesteran dinding rumah, lantai rumah, dll.
Bahan-bahan untuk membuat plesteran
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat aduka pada pekerjaan plesteran antara lain :
Kapur
Kapur yang digunakan untuk pelaksanaan bangunan adalah kapur udara(kapur yang mudah mengeras dengan CO_2 dari udara). Kapur udara diperoleh dari pembakaran batu kapur, kulit-kulit kerang/karang laut.
Reaksi kimia yang terjadi pada pembakaran kapur adalah sebagai berikut :
CaCO_3, 〖900〗^o C CaO + CO_2
CaCO_3 = Batu Kapur
CaO = Kapur Tohor
CO_2 = Asam Arang
Dalam penggunaannya kapur dibedakan menjadi 2 jenis :
Kapur tohor
Kapur tohor adalah hasil pembakaran dari batu kapuryang belum dipadamkan. Jadi masih berbentuk bongkahan-bongkahan batu/butiran-butiran batu. Kapur ini belum dapat digunakan sebagai bahan adukan/spesi
Kapur padam
Kapur padam merupakan hasil pemadaman dari kapir tohor, maka dapat digunakan untuk adukan/spesi
Semen portland
Semen portland adalah sejenis bahan ikat hidrolik yang dihasilkan oleh pabrik, semen portland diperoleh dari hasil pembakaran bahan-bahan dasar terjadi dari batu kapur, tanah galuh/serpih yang mengandung(H_1 O dan SiO_2). Campuran dari bhan diatas selanjutnya dibakar hingga diperoleh butir-butir klinker.
Macam-macam semen yang terdapat dipasaran, antara lain :
Semen biasa berwarna abu-abu
Semen putih
Semen portland yang cepat kering
Semen portland yang lambat kering
Semen merah
Semen merah adalah hasil dari pencampuran dari penghancuran bata, genting da bahan-bahan pembakaran lempung lain sehinga menjadi tepung. Semen merah merupakan bahan tambah hidrolik, bila dicampurkan pada kapur udara kemudian ditambah dengan air pada perbandingan tertentu dapat mengeras. Adukan yang dibuat dari kapur, semen merah, pasir dan air, dapat digunakan untuk plesteran tanpa pasir untuk pekerjaan acian. perbandingan 1 : 2 : 5 (1sm : 2kp : 5ps).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s