PEKERJAAN PENGECATAN


Pengertian Cat

Cat adalah suatu massa yang pada suhu kamar berupa berupa zat cair dan bila diulaskan pada permukaan suatu benda akan membentuk lapisan padat kenyal. Ditinjau dari kekenyalannya cat dibedakan menjadi :

a.    Cat Kental

b.    Cat Setengah Kental

c.    Cat Encer

Susunan Cat

Cat dibuat dari bermacam-macam bahan dasar. Pada dasarnya bahan dasar tersebut diaduk/dicampur dengan perbandingan-perbandingan tertentu dan untuk bermacam-macam tujuan. Beberapa macam bahan dasar yang digunakan untuk membuat cat antara lain :

a.    Bahan pewarna (pigments) yaitu bahan-bahan campuran yang memberikan warna-warna khusus pada cat.

b.    Bahan pengikat yaitu bahan campuranyang memberikan fungsi sebagai pengikat pada campuran cat.

c.    Bahan pelarut yang berfungsi untuk melarutkan campuran-campuran yang digunakan.

d.    Bahan pengencer yaitu bahan campuran dalam pembuatan cat yang berfungsi untuk mengencerkan cat.

e.    Bahan pelunak yaitu bahan yang berfungsi untuk melunakan campuran cat.

f.     Bahan pengisi yaitu bahan tambahan dalam campuran cat yang pada dasarnya tidak mempunyai fungsi lain selai memperbesar volume.

g.    Bahan sikatif yang mempunyai fungsi agar cat mudah mengalami proses mengeras pada saat penggunaan.

Jenis-Jenis Cat

Jenis-jenis cat pembagiannya berdasarkan pada :

1.    Bahan Pengikat yaitu :

a.    Cat minyak

b.    Cat air

2.    Berdasarkan Daya Tutupnya :

a.    Cat kusam

b.    Cat kilap

3.    Berdasarkan Pemakaiannya :

a.    Cat penutup (dempul)

b.    Cat plamir atau plamur

c.    Cat dasar

d.    Cat pewarana yang dapat dibedakan, cat pewarna untuk bidang-bidang di luar bangunan dan di dalam bangunan

Sedangkan cat air dapat dibedakan menjadi :

1)    Cat tembok

Spesifikasinya adalah :

a.    Tidak mengkilap

b.    Tahan cuaca luar dan dalam

c.    Tahan terhadap asam dan basa lemah

d.    Kering dalam waktu 15-20 menit

e.    Dapat diencerkan dengan air 15-20%

f.     Dapat dicuci dengan air maupun dengan air sabun

g.    Pemakaian 5-6 /kg cat

h.    Dapat dicampur warna satu sama lainnya

2)    Kalkarium

a.    Bahan yang larut dalam air, hasilnya luntur bila berhubungan dengan air.

b.    Dapat dibuat larut dalam air, hasilnya tidak luntur, misalnyadengan bahan kosen, sirlak.

c.    Berupa suspensi dalam air, umpama : kapur padam, semen hasilnya tidak luntur.

Ketentuan-Ketentuan Pengecatan :

Untuk mendapatkan hasil pengecatan yang baik maka pengecatan perlu memenuhi ketentuan-ketentuan pengecatan, jika menginginkan hasil yang memuaskan. Sedangkan ketentuan-ketentuan pengecatan mempunyai tujuan dan fungsi pengecatan yaitu :

1.    Tujuan dan fungsi pengecatan

Adapun tujuan dan fungsi pengecatan suatu benda adalah :

a.    Untuk memberikan warna yang indah

b.    Untuk melindungi dan menjaga agar benda tersebut tidak mengalami proses pelapukan atau menjadi rusak

c.    Untuk melindungi strukturdari pengaruh negatif alam cuaca

d.    Untuk menambah ketahanan kontruksi dari pengaruh panas

2.    Syarat-syarat cat

Sebagai bahan bangunan cat harus memenuhi syarat-syarat didalam penggunaannya, antara lain adalah :

a.    Cat ahrus kering dalam waktu 15-20 menit

b.    Pengecatan harus dapat menghasilkan lapisan yang lengket, rata, kenyal, melekat dengan baik, tidak menyeap debu,da harus melekat dan menutup dengan baik benda yang dicat

3.    Mutu cat yang baik

Cat didalam pasaran telah diketahui mutunya oleh para pemakai. Cat yang baik adalah cat yang setelah dipakai :

a.    Tidak menimbulkan pecah-pecah

b.    Warnanya tidak luntur

c.    Harus dapat kering maksimum 20 menit

d.    Dapat menghasilkan lapisan cat yang lengket

e.    Bila diulaskan daapt menutup dengan rata

f.     Kenyal

g.    Melekat dengan baik

h.    Tidak menyerap debu

i.      Tahan terhadap iklim

Pekerjaan Pengecatan

Pekerjaan pengecatan dapat dibedakan yaitu :

1.    Pengecatan tembok baru

a.    Tembok baru yang akan dicat harus dipastikan sudah kering sebelum pengecatan dilaksanakan

b.    Haluskan tembok menggunakan amplas besi

c.    Apabila tembok masih sedikit basah, lapiskan satu lapis isolasi vernis, tunggu sampai kering

d.    Lapiskan plamur dengan menggunakan pisau plamir (kafe), tunggu sampai kering

e.    Haluskan tembok dengan amplas besi sampai halus

f.     Lapiskan beberapa lapis cat tembok

2.    Pengecatan tembok lama

a.    Hilangkan sebagian besar cat tembok yang lama, dengan cara dikerok atau diampelas

b.    Bersihkan tembok dengan air, tunggu sampai kering

c.    Lapiskan plamur menggunakan kafeuntuk meratakan, tunggu sampai kering

d.    Haluskan dengan ampelas besi sampai halus

e.    Lapiskan cat tembok sampai rata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s